“Saat bulan terbit di atas ladang Jelai, pengidap lepra itu memangsa seorang anak…”
Annyeong
Halooo bestie, siapa nih yang pada suka drama atau film genre thriller, kriminal, dan psycology? Atau malah tiga tiganya?
Sebagai penggemar thriller dan kriminal menemukan tontonan yang seru dan bikin ketagihan dari awal sampai akhir itu susah-susah gampang. Terkadang terkendala dengan plot cerita yang lompat dari satu cerita ke cerita lain, maksud cerita yang tidak sampai ke penontonnya karena rumit, emosi dari beberapa karakternya yang kurang pas, atau bisa juga setting tempatnya yang terlalu gelap. Jadi ketika aku menemukan drama satu ini tanpa sengaja dan ternyata melebihi ekspektasi, aku sangat bersemangat banget buat nebarin racun ke kalian semuanya.
Nobody of children merupakan salah satu referensi drama sinting underrate (karena gak banyak orang yang ngomongin) yang mengangkat isu kekerasan pada anak dan juga kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga yang berujung pada ‘penghakiman’.
Tuh udah mulai berat belum setelah kenalan sama genre dramanya? Kalo belum mari kita lanjutkan membahas kenapa drama satu ini layak menjadi drama yang harus kalian semua tonton!
mydramalist.com
Profil Drama
Judul: Children of Nobody/Red Moon (Beuleundal Peureunhae/붉은달 푸른해)
Genres: Thriller, Mystery, Psychological, Drama
Director: Choi Jung Gyu
Screenwriter: Do Hyun Jung
Episode: 36
Original Network: VIU
Kasus-Kasus Memilukan yang Terabaikan
Cha Woo Kyung, seorang konselor di Yayasan Hanul dengan kehidupan yang bahagia, memiliki suami yang luar biasa baik, memiliki anak perempuan lucu dan juga sedang menantikan anak kedua. Kehidupannya menjadi jungkir balik dalam satu hari ketika dia tanpa sengaja terlibat kecelakaan yang menewaskan seorang anak laki-laki yang tidak memiliki identitas. Keberadaannya sebagai seorang konselor anak secara kebetulan selalu terkait dengan sebuah kasus (penghakiman) dan diduga pembunahan berantai yang sedang ditangani oleh Detektif Kang Ji Hun (Lee Yi Kyung) dan Jeon Soo Young.
Cerita diawali dengan tersiarnya kabar bahwa tersangka kekerasan dan pembunuhan pada anak di jatuhkan hukuman yang terlalu ringan. Menciptakan kegaduhan di public dan berakhir dengan sejumlah aksi demokrasi yang dilaksanakan untuk menuntut agar tersangka diberikan hukuman yang jauh lebih berat. Ketimpangan hukum yang menurut sebagian besar masyarakat terasa tidak adil membuat public bersorak ketika ada ‘sosok’ yang memberikan hukuman pada para tersangka tersebut dengan sebuah kematian yang tragis.
Mereka beranggapan bahwa para tersangka pantas menerima “hukuman”. Tetapi pendapat tersebut tidak berlaku bagi detektif muda idealis dengan sumbu pendek Kang Ji hun. Dia merasa siapapun dia dan apapun yang dia lakukan nyawa tetap saja berharga, dan bukan kita yang berhak memutuskan hukuman apa yang pantas untuk orang-orang tersebut.
Pada setiap episodenya terdapat benang merah yang akhirnya akan meledak pada kasus inti yaitu tentang keberadaan gadis kecil bergaun hijau (psssttt yang ada di cover). Capek tapi seru banget bagaimana kita mengikuti kehidupan seorang konselor anak Cha Woo Kyung yang diperankan oleh Kim Sun Ah, dia yang memiliki kehidupan sempurna dan memiliki empati begitu kuat terhadap anak anak tiba-tiba hidupnya berubah ketika tanpa sengaja menabrak seorang anak tanpa identitas hingga meninggal. Rasa bersalah yang berlebihan membat kehidupannya 2x lipat lebih berantakan. Rententan peristiwa itu memiliki sebuah teki teki yang akan mengantarkan kita semua pada kasus kasus besar yang juga melibatkan yayasan Haneul tempat Woo Kyung bekerja.
Kehidupan Woo Kyung sebagai konselor anak membuat dia terlibat dengan detektif untuk memecahkan kasus demi kasus yang ternyata melibatkan orang-orang disekitar Woo Kyung dan Yayasan anak tempat kerjanya.
Setelah menamatkan seluruh episodenya, saya sampai pada kesimpulan bahwa mulai adegan pertama, hingga munculnya tokoh tokoh baru semuanya tidak bisa dianggap sebagai selingan tanpa alasan, karena setiap kemunculan adegan baru akan memunculkan sebuah teka teki yang ada kaitannya dengan kasus utama. Kasus mengenai kekerasan pada anak dan perempuan yang sering kali diabaikan, di ceritakan dengan begitu baik disini, sehingga kita bisa merasakan perasaan marah, sedih dan sedikit ingin memaki saat kejadiannya sudah keterlaluan.
Pembanguan karakter dari masing-masing actor dan aktris sungguh luar biasa sekali, apalagi drama ini melibatkan anak anak yang sebagian besar di bawah 10 tahun, tentunya gak mudah kan? Tapi sebagai aktris cilik mereka semua berperan dengan sangat baik. Runtutan peristiwa di setiap kasus kasusnya juga gak ada plot hole alias runtut dan mulus banget, membuat penonton gak ngerasain jika durasi cepat berlalu. Gak seru rasanya kalau sebuah drama memiliki plot yang mulus kek jalan tol baru, setidaknya ada saatnya penonton dibuat bersuuzon kepada setiap karakter bahawa dia adalah ‘si antagonis’.
Ok Sekian review singkat super cepat karena gak sabar menebakan racun karena ini drama bagus banget deh, nah enjoy. Sampai ketemu di tulisan beikutnya.
Bye bye…
.

0 komentar:
Posting Komentar